Reksadana Dengan Dana Kelolaan Terbanyak, Simak!

Artanaya – Reksadana Dengan Dana Kelolaan Terbanyak . Belakangan ini, investasi reksadana sudah mulai dilirik oleh masyarakat luas, baik yang baru mulai belajar berinvestasi maupun pemain lama dibidng investasi. Salah satu acuan yang perlu kamu lihat sebelum memutuskan untuk berinvestasi reksadana adalah dengan melihat kredibilitasnya dan trend dana kelolaan yang dimiliki. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dalam industri pengelolaan reksadana selalu mengalami perubahan peringkat dana kelolaan terbanyak antara Manajer Investasi. Hal itu juga terjadi saat ini. Per Agustus 2019 ini, terdapat perubahan urutan peringkat dana kelolaan. Beberapa perusahaan besar dibidang ini memang sering kali salip-menyalip dalam hal total dana kelolaan atau biasa disebut asset under management (AUM).

Reksadana Dengan Dana Kelolaan Terbanyak
Reksadana Dengan Dana Kelolaan Terbanyak

Beberapa yang mengisi peringkat Reksadana Dengan Dana Kelolaan Terbanyak adalah bank BUMN dan diikuti dengan perusahan Manajer Investasi yang kredibel dan sudah teruji. Jumlah dana kelolaan yang dimiliki oleh Perusahaan- perusahaan berikut mencapai angka kisaran Rp40 trilyun. Dengan melihat peringkat danba kelolaan ini, kamu dapat mempertimbangkan nilai investasi yang akan kamu ajukan di reksadana masing-masing perusahan. Berikut daftar 5 reksadana dengan dana kelolaan terbanyak berdasarkan data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per agustus 2019.

5 Reksadana Dengan Dana Kelolaan Terbanyak

Pada peringkat satu, ternyata masih ditempati oleh PT Mandiri Manajemen Investasi atau MMI dengan AUM sebanyak Rp44,38 triliun. Catatan perolehan dana kelolaan PT. Mandiri Manajemen Investasi yang merupakan bagian dari PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk atau disingkat BMRI ini masih berada pada urutan nomor 1 dan terbanyak diantara manajer investasi yang dikelola oleh bank BUMN lainnya. Perusahaan investasi yang satu ini lebih dikenal dengan nama Mandiri Investasi. Perusahaan ini sendiri sudah berdiri sejak Desember 2004 setelah memisahkan diri (spin-off) dari PT Mandiri Sekuritas. Mandiri Investasi dapat menjadi pilihan yang baik untuk kamu yang ingin investasi reksadana, karena Mandiri Investasi sudah dikenal sebagai manajer investasi nasional terbesar yang berpengalaman di bidang pengelolaan portofolio investasi sejak tahun 1993. Perusahaan yang memiliki kantor pusat di Plaza Mandiri Lt. 29, Jalan Jend. Gatot Subroto Kav.36-38 ini mengelola 151 produk reksadana, mulai dari reksadana pasar uang, saham, dan reksadana campuran. Kamu dapat memilih jenis reksadana yang sesuai dengan yang kamu mau.

Setelah Mandiri investasi, ‎PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen atau biasa dikenal dengan nama Batavia Prosperindo menempati peringkat kedua Manajer Investasi dengan dana kelolaan atau AUM sebanyak Rp43,53 triliun. PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen yang berduiri setelah lolos perizinan dari Bapepam-LK No. KEP-03/PM/MI/1996. Ini berhasil menjadi Manajer Investasi swasta yang cukup banyak memiliki investor. Batavia Prosperindo sendiri sudah berdiri sejak tahun 1996 dan menjadi kepercayaan banyak investor hingga saat ini. Terbukti dengan meningkatnya dana kelolaan yang diraih oleh Manajjer investasi ini. Sebelumnya perusahaan ini bernama PT Bira Aset Manajemen, hingga kemudian diakuisisi oleh PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen. Selain menjual reksadana, perusahaan ini juga merupakan perusahaan pengelola portofolio kontrak pengelolaan dana bilateral. PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen yang memiliki kantor pusat di Chase Plaza Lt. 12, Jalan Jend. Sudirman ‎Kav. 21 ini mengelola 121 produk reksadana. Jenis reksadana yang dijual antara lain reksadana saham dan pasar uang.

Pada peringkat ketiga, PT PT Bahana TCW Investment Management atau Bahana Inverstasi berhasil menaikkan jumlah dana kelolaannya. Sebelumnya. Bhana Investasi memiliki dana kelolaan dibawah PT Schroder Investment Management Indonesia atau Schroders Indonesia. Selilsih dana kelolaan Bahana dan Schroder mencapai Rp 0,83 triliun per agustus 2019. Bahana berhasil mengalami kenaikan dana kelolaan yang cukup signifikan, yaitu Rp446,63 miliar sepanjang bulan juli 2019. Perusahaan yang memiliki kantor pusat di Graha Niaga Lt. 21, Jalan Jend. Sudirman Kav. 58 ini mengelola 116 produk reksadana, mulai dari reksadana pasar uang, reksadana saham, dan reksadana campuran. PT Bahana TCW Investment Management yang berdiri sejak tahun 1994 ini merupakan perusahaan manajemen investasi yang telah dipercaya oleh banyak investor. Perusahan ini sendiri mendapatkan izin Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) pada tahun 1995. Bahana TCW ini memiliki izin usaha sebagai MI berdasarkan Kep-06/PM/MI/1994 Tanggal 21 Juni 1994. Jadi, tidak perlu ragu untuk menginvestasikan uangmu dengan membeli reksadana di Bahana, karena bahana sendiri terus meningkatkan pengelolaan dananya dan diikuti dengan naiknya dana keloaan yang dimiliki.

Diantara Manajer Investasi yang mengalami kenaikan dana kelolaan, PT Schroder Investment Management Indonesia atau Schroders Indonesia justru mengalami penurunan sebesar Rp1,36 triliun. Hal ini membuat Shroder Indonesia tersalip oleh Bahana dan mencatatkan perolehan dana kelolaan atau AUM sebesar Rp40,96 triliun. Perusahaan manajer investasi ini 99 persen persen sahamnya dimiliki oleh Schroders Plc. Shroders berdiri sejak tahun 1991. Perusahaan ini telah menerima izin untuk menjadi manajer investasi dari Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h BAPEPAM-LK) No. KEP-04/PM/MI/1997 tertanggal 25 April 1997. Schroder memiliki kantor pusat di Indonesia Stock Exchange Building, ‎Tower 1, 30th Floor Jalan Jend. Sudirman Kav 52-53 Jakarta. Perusahaan ini mengelola 30 produk reksadana yang terdiri dari beberapa jenis reksadana, antara lain reksadana saham, pasar uang dan reksadana campuran.

Diurutan kelima, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) berhasil mendapat dana kelolaan sebesar Rp31,33 triliun. PT Manulife Aset Manajemen Indonesia atau MAMI yang berkantor pusat di Sampoerna ‎Strategic Square South Tower Lt. 31, ‎Jalan Jend. Sudirman Kav. 45-46, Jakarta Selatan ini ‎merupakan salah satu perusahaan manajemen ‎investasi terbesar di Indonesia. Perusahaan ini telah didirikan sejak tahun 1996. MAMI sendiri merupakan bagian dari ‎Manulife Asset Management, perusahaan manajemen investasi global grup Manulife yang ‎menawarkan beragam jasa manajemen investasi dan reksa dana di Indonesia.‎ Beberapa jenis reksadana yang dijual oleh perusahaan yang berkantor pusat di Sampoerna ‎Strategic Square South Tower Lt. 31, Jalan Jend. Sudirman Kav. 45-46, Jakarta Selatan ini ‎antara lain reksadana pasar uang, saham, dan reksadana campuran. Perusahaan ini mengelola 27 produk reksadana,

Dari kelima Manajer investasi yang menempati 5 peringkat teratas manajer investasi ini, kelima MI mengalami trend kenaikan dana pengelolaan yang cukup signifikan, kecuali Schroder yang justru mengalami penurunan jumlah dana kelolaan. Bagaimana? Tertarik untuk investasi reksadana? Kamu bisa memilih manajer investasi diatas yang sudah terbukti dan berpengalaman dalam bidang manajemen dana investasi. Jangan lupa untuk terus memantau pergerakan trend AUM reksadana yang ada agar kamu bisa mengetahui apakah reksadanamu sedang bernilai bagus atau turun. Selamat berinvestasi!

Nah itu tadi daftar Reksadana Dengan Dana Kelolaan Terbanyak , kalian bisa menjadikan artikel ini sebagai referensi sebelum menentukan reksadana yang akan kalian, sampai jumpa di lain artikel ya guys.

smile1714

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Next Post

Spot Liburan di Bali Paling Kece? Ini Daftarnya!

Thu Oct 3 , 2019
Artanaya – 5 Spot Liburan di Bali Paling Kece. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Bali menjadi salah satu destinasi wisata impian bagi banyak orang, baik dari dalam negeri dan luar negeri. Bahkan bagi beberapa pemuda di beberapa Negara, apabila belum pernah berwisata ke Bali, belum bisa dianggap memiliki masa muda […]
Spot Liburan di Bali

Chief Editor

Johny Watshon

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur

Quick Links